5 Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker yang Wajib Dihindari

Jumat, 13 Februari 2026 | 13:37:05 WIB
5 Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker yang Wajib Dihindari

JAKARTA - Pola makan yang sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah kanker, namun penting juga untuk mengenali makanan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. 

Penyakit kanker adalah sekelompok penyakit yang dapat menyerang hampir semua organ tubuh, dimulai dari pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lainnya. 

Sementara faktor genetik dan lingkungan memainkan peran dalam perkembangan kanker, gaya hidup terutama pola makan terbukti berperan penting dalam meningkatkan atau menurunkan risiko kanker.

Berdasarkan beberapa penelitian yang didorong oleh lembaga-lembaga kesehatan dunia, termasuk World Health Organization (WHO), makanan tertentu dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kanker. 

Oleh karena itu, mengenali makanan yang berisiko dan membatasi konsumsinya dapat menjadi langkah preventif yang penting. 

Berikut ini adalah lima jenis makanan yang perlu Anda waspadai karena dapat memicu tumbuhnya sel kanker:

1. Daging Olahan yang Mengandung Senyawa Karsinogenik

Daging olahan adalah produk daging yang diawetkan melalui proses pengasapan, penggaraman, fermentasi, atau pengeringan. Beberapa contoh makanan yang termasuk dalam kategori ini adalah sosis, hot dog, kornet, dan daging asap. 

Proses pengolahan daging olahan menghasilkan senyawa kimia yang bersifat karsinogenik, yang bisa meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar dan kanker lambung.

Penting untuk mengurangi konsumsi daging olahan, karena senyawa berbahaya yang terbentuk selama proses pengolahan dapat memengaruhi sel-sel tubuh kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker secara signifikan.

2. Gorengan yang Mengandung Akrilamida

Gorengan menjadi camilan favorit bagi banyak orang. Namun, makanan yang digoreng, seperti tempe goreng, bakwan, atau pisang goreng, berpotensi mengandung senyawa berbahaya bernama akrilamida. Akrilamida terbentuk ketika makanan yang mengandung pati digoreng pada suhu tinggi. 

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa akrilamida dapat merusak DNA dan menyebabkan perubahan sel, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kanker.

Jika Anda menikmati gorengan, sebaiknya batasi konsumsi dan hindari menjadikannya sebagai kebiasaan harian. Alternatif yang lebih sehat adalah memanggang atau merebus makanan, yang lebih rendah risiko terbentuknya akrilamida.

3. Produk Susu Tertentu dan Kanker Prostat

Beberapa penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara konsumsi produk susu tertentu dalam jumlah tinggi dan peningkatan risiko kanker prostat. 

Produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt sering menjadi bagian dari pola makan banyak orang, namun konsumsi yang berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan. Meski demikian, ini tidak berarti Anda harus menghindari susu sepenuhnya.

Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi dalam pola makan sehari-hari. Jika Anda khawatir akan risiko ini, pilihan susu rendah lemak atau produk alternatif lainnya dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi konsumsi lemak jenuh yang berlebih.

4. Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat olahan seperti kue manis, roti putih, sereal tinggi gula, dan nasi putih—perlu dibatasi dalam pola makan Anda. K

onsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, yang berhubungan langsung dengan peradangan kronis dan stres oksidatif dalam tubuh. Peradangan kronis dan stres oksidatif ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker.

Sebagai gantinya, pilihlah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, yang memiliki indeks glikemik rendah dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan. Mengurangi makanan manis dan menggantinya dengan buah-buahan segar atau camilan sehat dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker.

5. Makanan dengan Bahan Kimia Tambahan

Beberapa jenis makanan dengan bahan kimia tambahan, seperti pengawet dan kadar garam tinggi, sebaiknya dibatasi konsumsinya. Salah satu contoh yang paling umum adalah mi instan, yang mengandung natrium tinggi dan bahan tambahan lainnya yang tidak selalu baik untuk kesehatan jangka panjang. 

Meskipun sesekali mengonsumsi mi instan tidak masalah, menjadikannya sebagai pengganti makanan utama setiap hari dapat menambah risiko bagi kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan peluang terjadinya kanker.

Bahan kimia tambahan dalam makanan sering kali bertujuan untuk memperpanjang masa simpan, tetapi penggunaan bahan pengawet dan zat kimia lainnya berpotensi membahayakan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan segar dan alami sebanyak mungkin.

Terkini