JAKARTA - Perubahan pola angin dan tekanan udara kembali memengaruhi dinamika cuaca di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah sistem atmosfer terpantau aktif dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi di banyak daerah.
Kondisi ini mendorong otoritas meteorologi mengeluarkan imbauan kewaspadaan agar masyarakat dan pemerintah daerah bersiap menghadapi dampak cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat, petir, hingga potensi gangguan aktivitas harian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengidentifikasi kemunculan sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang memicu hujan lebat di wilayah Indonesia. Menindaklanjuti temuan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di 11 provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin.
Prakirawan BMKG, Lintang A.N., memaparkan sistem tekanan rendah terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung. Pemantauan BMKG juga menemukan keberadaan sirkulasi siklonik di Filipina bagian selatan, Samudra Pasifik utara Papua, dan Kalimantan Barat.
Sistem atmosfer ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang melintasi Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua Tengah, hingga Papua.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi," tutur Lintang dalam siaran BMKG.
Dinamika Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa interaksi antara sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan tebal.
Pola konvergensi dan konfluensi yang terbentang di sejumlah wilayah memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat di titik-titik tertentu. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang rawan genangan, banjir, serta longsor.
Dalam konteks ini, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Hujan lebat yang disertai petir berpotensi mengganggu mobilitas, aktivitas penerbangan, pelayaran, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi.
Sebaran Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut memberikan dampak cuaca yang signifikan di sejumlah daerah. Berikut provinsi-provinsi dan kota-kota besar yang berpotensi hujan lebat pada 23 Februari 2026.
Provinsi yang Berpotensi Hujan Lebat–Sangat Lebat:
Kepulauan Riau
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Sulawesi Barat
Sebaran wilayah ini menunjukkan bahwa potensi hujan lebat tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, melainkan meluas dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan lintas daerah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara bersamaan di banyak provinsi.
Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini
Prakiraan cuaca di kota-kota besar menunjukkan variasi intensitas hujan yang perlu diantisipasi masyarakat.
Hujan Petir:
Tanjung Pinang
Jambi
Palembang
Bengkulu
Bandar Lampung
Jakarta
Semarang
Pontianak
Banjarmasin
Tanjung Selor
Denpasar
Kupang
Ternate
Nabire
Hujan Sedang:
Serang
Palangkaraya
Surabaya
Mamuju
Merauke
Hujan Ringan:
Medan
Pangkalpinang
Samarinda
Bandung
Yogyakarta
Mataram
Makassar
Palu
Gorontalo
Manado
Kendari
Sorong
Jayapura
Jayawijaya
Berawan Tebal:
Banda Aceh
Pekanbaru
Padang
Ambon
Manokwari
BMKG mengingatkan bahwa hujan petir dapat disertai angin kencang dalam durasi singkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menghindari aktivitas luar ruang saat hujan petir berlangsung dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang atau gangguan listrik.
Imbauan Kesiapsiagaan Bagi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin, 23 Februari 2026.
Masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor diminta lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Selain itu, pengguna jalan diimbau berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang saat hujan deras.
Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk memastikan saluran drainase berfungsi baik dan kesiapan tim penanganan darurat. BMKG juga mendorong masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi agar dapat menyesuaikan rencana aktivitas harian secara lebih aman.