Antusiasme Tinggi, Tiket Pesawat Langsung Jakarta-Medan Ludes Sebelum Lebaran

Senin, 23 Februari 2026 | 13:17:03 WIB
Antusiasme Tinggi, Tiket Pesawat Langsung Jakarta-Medan Ludes Sebelum Lebaran

JAKARTA - Tiket pesawat rute Jakarta–Medan terpantau ludes untuk keberangkatan H-7 Lebaran. 

Hal ini terjadi karena masyarakat memanfaatkan diskon tiket transportasi yang berlaku sejak 14 hingga 29 Maret 2026. "Pagi ini, keberangkatan pesawat rute favorit Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Kualanamu sudah habis untuk penerbangan langsung kelas ekonomi," ungkap pengamat transportasi.

Penerbangan transit masih tersedia, namun harga lebih tinggi mencapai Rp2 juta per penumpang. Sedangkan penerbangan langsung kelas bisnis dibanderol mulai Rp8 juta. Situasi ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap rute populer menjelang Lebaran.

Sementara itu, rute dari Medan ke Jakarta masih relatif tersedia. Harga tiket untuk rute ini mulai dari Rp1,2 juta per penumpang. Kondisi ini menunjukkan perbedaan permintaan antara arah keberangkatan dan kembali.

Alternatif Moda Transportasi untuk Rute Favorit

Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket pesawat langsung, kapal Pelni menjadi alternatif. Tarif Jakarta–Medan melalui Tanjung Priok dibanderol Rp392.600 per penumpang setelah diskon 30%. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan 2 hari 17 menit, menjadi pilihan bagi yang fleksibel dengan durasi perjalanan.

Moda kereta api juga menghadapi lonjakan permintaan. Rute Pasar Senen–Surabaya Pasar Turi untuk keberangkatan 14 Maret hanya tersisa kelas eksekutif. Begitu pula dengan rute Pasar Senen–Lempuyangan, seluruh tiket sudah habis untuk keberangkatan 13 hingga 20 Maret 2026.

Ketersediaan tiket yang terbatas membuat calon penumpang disarankan memesan lebih awal. Hal ini bertujuan agar tetap mendapatkan kursi sesuai preferensi. Alternatif moda lain menjadi solusi jika tiket pesawat habis terjual.

Diskon Tiket Transportasi Lebaran 2026

Pemerintah kembali memberikan stimulus tarif transportasi untuk Lebaran 2026. Diskon berlaku pada angkutan udara, laut, dan kereta api selama periode 14–29 Maret 2026. Tujuan dari kebijakan ini adalah mendorong mobilitas masyarakat dengan biaya lebih terjangkau.

Pada moda udara, diskon 17%-18% diberikan untuk tiket kelas ekonomi rute domestik. Diskon ini lebih tinggi dibandingkan periode Lebaran dan Nataru sebelumnya. Targetnya menjangkau sekitar 3,3 juta penumpang yang akan memanfaatkan angkutan udara.

Sementara angkutan laut diberikan diskon jasa kepelabuhanan hingga 100%. Diskon berlaku pada periode 12–31 Maret 2026, dengan target 945.000 kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Sedangkan kapal penumpang menerima diskon tarif dasar 30% untuk periode 11 Maret–5 April 2026, menargetkan 445.000 penumpang.

Dampak Diskon bagi Mobilitas dan Industri Transportasi

Kebijakan diskon tarif memberikan efek langsung pada permintaan transportasi. Penumpang mendapat kesempatan menikmati perjalanan dengan biaya lebih rendah. Industri transportasi juga mencatat peningkatan pemesanan, terutama pada rute favorit.

Peningkatan permintaan ini mendorong pengelola transportasi menyiapkan kapasitas lebih besar. Kesiapan armada dan layanan menjadi kunci menjaga kepuasan penumpang. Diskon juga diharapkan memicu perputaran ekonomi lokal sepanjang jalur angkutan.

Masyarakat pun menyambut positif stimulus ini. Diskon membantu menekan pengeluaran saat mudik. Hal ini menjadi solusi bagi warga yang memerlukan biaya transportasi lebih hemat menjelang Lebaran.

Proyeksi Tinggi Permintaan Hingga Hari Lebaran

Melihat tren pemesanan, tiket angkutan Lebaran 2026 diperkirakan ludes jauh sebelum H-7. Permintaan tertinggi terjadi pada rute favorit seperti Jakarta–Medan dan Pasar Senen–Surabaya. Kondisi ini mendorong pemerintah dan penyedia layanan memperkuat sistem pemesanan online.

Calon penumpang diimbau memantau ketersediaan kursi secara rutin. Alternatif moda transportasi bisa menjadi opsi jika tiket utama habis. Dengan perencanaan matang, masyarakat dapat tetap nyaman dalam perjalanan mudik Lebaran 2026.

Selain itu, pemerintah memastikan kebijakan diskon berjalan efektif. Hal ini mencakup koordinasi antara angkutan udara, laut, dan kereta api. Tujuannya agar mobilitas masyarakat lancar, aman, dan terjangkau.

Terkini