Anggota DPR Pastikan Ketersediaan Stok Elpiji Kudus Aman Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:08:23 WIB
Anggota DPR Pastikan Ketersediaan Stok Elpiji Kudus Aman Ramadan

JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR, Jamaludin Malik, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan memastikan stok gas bersubsidi tetap aman menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri. Sidak ini juga melibatkan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, dan Polres Kudus.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat terkait dugaan kelangkaan elpiji 3 kg di beberapa wilayah. Menurut Jamaludin, setelah melakukan pengecekan langsung, stok di Kudus masih tersedia dan dalam kondisi aman. 

“Kami hadir untuk menyikapi banyaknya aduan masyarakat akan kelangkaan gas elpiji. Namun setelah kami cek langsung di lapangan, stok di Kabupaten Kudus ternyata masih tersedia dan aman,” ujarnya.

Peningkatan permintaan elpiji selama Ramadan dianggap wajar. Jamaludin menekankan, lonjakan ini terjadi karena meningkatnya aktivitas memasak, terutama dari pelaku usaha kecil yang mempersiapkan makanan berbuka puasa. 

“Kelangkaan ini terjadi karena banyaknya pedagang takjil, sehingga kebutuhan gas selama bulan puasa meningkat tajam,” katanya.

Distribusi Tambahan Elpiji Mengantisipasi Lonjakan Permintaan

Untuk menghadapi lonjakan konsumsi, Pertamina telah menyiapkan tambahan pasokan. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyebutkan, sebanyak 35.000 tabung tambahan telah disalurkan pada 17–18 Februari 2026 menjelang Ramadan. Selain itu, distribusi tambahan juga dilakukan secara bertahap selama minggu pertama hingga ketiga bulan puasa.

Secara keseluruhan, tambahan pasokan yang disiapkan khusus untuk Kabupaten Kudus mencapai sekitar 35.169 tabung di luar distribusi normal. Taufiq menegaskan, meskipun aktivitas memasak meningkat, pasokan secara keseluruhan masih stabil.

 “Dari hasil pengecekan di beberapa titik, pasokan sebenarnya normal, tetapi memang volume aktivitas memasak masyarakat meningkat selama Ramadan,” ujarnya.

Distribusi tambahan ini juga memastikan bahwa seluruh pangkalan resmi menerima stok memadai. Dengan langkah ini, pemerintah berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kelangkaan.

Pengawasan Harga Elpiji di Tingkat Konsumen

Selain memastikan pasokan, Jamaludin juga mengecek harga jual elpiji di pangkalan. Hasil sidak menunjukkan harga elpiji 3 kg di Kudus masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000 per tabung.

Meski harga saat sidak sesuai, Jamaludin menyatakan akan melakukan pengecekan acak lain di waktu berbeda. Strategi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penjualan di atas HET.

 “Temuan harga waktu sidak sesuai. Tapi nanti lain kali kita coba nyamar jadi pembeli untuk memastikan harga yang dijual benar-benar sesuai,” ungkapnya.

Pemerintah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap HET agar masyarakat tetap bisa memperoleh elpiji dengan harga terjangkau. Selain itu, pengawasan harga membantu menjaga kestabilan ekonomi lokal di tengah lonjakan permintaan Ramadan.

Imbauan Kepada Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

Pertamina mengimbau masyarakat membeli elpiji di pangkalan resmi untuk memastikan harga sesuai HET. Taufiq Kurniawan mengingatkan, pembelian berlebihan atau panic buying dapat memicu kelangkaan di pasar. 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menimbun elpiji di rumah. Jika menemukan harga di atas HET Rp18.000, sebaiknya jangan dibeli dan laporkan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan stok yang ada secara wajar. Dengan pengaturan distribusi yang tepat, seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Kudus, diharapkan dapat menerima pasokan elpiji yang cukup hingga Idulfitri.

Sidak yang dilakukan Jamaludin Malik sekaligus memberikan kepastian kepada publik bahwa pemerintah dan Pertamina aktif mengawasi stok dan harga elpiji. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan energi di masyarakat selama bulan puasa, terutama bagi usaha mikro dan pedagang takjil yang mengandalkan elpiji 3 kg sebagai bahan bakar utama.

Dengan pasokan tambahan yang memadai dan pengawasan harga yang ketat, pemerintah optimistis kebutuhan elpiji selama Ramadan dan Idulfitri di Kudus akan tercukupi tanpa menimbulkan kelangkaan. Kegiatan sidak ini juga menjadi peringatan bagi pangkalan dan distributor untuk tetap patuh terhadap regulasi harga dan menjaga stok agar layanan kepada masyarakat tetap lancar.

Terkini