Penjualan Mobil Listrik Polytron Menunjukkan Tren Positif di Pasar Otomotif Indonesia

Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:40:56 WIB
Penjualan Mobil Listrik Polytron Menunjukkan Tren Positif di Pasar Otomotif Indonesia

JAKARTA - Industri kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan. 

Berbagai produsen mulai menghadirkan inovasi kendaraan listrik yang menawarkan efisiensi sekaligus performa yang kompetitif. Di tengah persaingan tersebut, kehadiran produsen lokal turut memberi warna baru dalam peta industri otomotif nasional.

Salah satu merek yang mulai menunjukkan perkembangan positif adalah Polytron. Melalui mobil listrik pertamanya, perusahaan elektronik asal Indonesia ini berhasil mencatatkan penjualan yang cukup kompetitif di pasar domestik. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk kendaraan listrik lokal mulai mendapat perhatian dari konsumen di Tanah Air.

Kinerja Penjualan Mobil Listrik Polytron

Sebagai pemain baru di industri otomotif nasional, Polytron mulai menunjukkan kiprah yang cukup menjanjikan di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Melalui model mobil listrik pertamanya, merek elektronik asal Indonesia ini mampu mencatatkan penjualan yang kompetitif, bahkan melampaui beberapa pabrikan otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer, sepanjang 2025 Polytron berhasil mengirim sebanyak 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer di Indonesia. Sementara dari sisi penjualan retail, yakni dari dealer ke konsumen, tercatat sebanyak 353 unit kendaraan berhasil terjual.

Pencapaian tersebut membuat Polytron mampu berada di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales. Hal ini menjadi indikasi bahwa mobil listrik yang ditawarkan mulai mendapatkan perhatian sekaligus kepercayaan dari konsumen domestik.

Performa Distribusi Memasuki Tahun Berikutnya

Memasuki 2026, performa distribusi Polytron masih berlanjut. Pada awal tahun ini, perusahaan mencatatkan wholesales sebanyak 82 unit, sedangkan penjualan retail tercatat 12 unit.

Berdasarkan angka distribusi tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 dalam daftar mobil terlaris di Indonesia. Posisi tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik dari merek lokal mulai mampu bersaing di tengah dominasi produsen otomotif global.

Posisi tersebut bahkan menempatkan Polytron di atas sejumlah merek global seperti DFSK, Citroen, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi. Sementara jika dilihat dari penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas Volvo, Changan, dan Audi.

Produksi dan Model Mobil Listrik Polytron

Saat ini Polytron baru menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yaitu G3 dan G3+. Kedua model tersebut dirakit secara lokal di fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Dari sisi produksi, pada Januari 2026 Polytron tercatat memproduksi sebanyak 154 unit kendaraan listrik. Sementara sepanjang tahun 2025, total produksi mobil listrik Polytron mencapai 531 unit.

Langkah produksi lokal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Selain meningkatkan kapasitas produksi, perakitan lokal juga dapat mendorong pertumbuhan ekosistem industri otomotif di Indonesia.

Dimensi dan Kenyamanan Kendaraan

Mobil listrik Polytron sendiri dirancang dengan dimensi yang cukup besar untuk memberikan kenyamanan ruang kabin. Kendaraan ini memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, serta jarak sumbu roda 2.800 mm.

Dengan ukuran tersebut, mobil ini menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter. Selain itu, kendaraan juga dilengkapi fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor yang memberikan kemudahan bagi pengguna saat membuka bagasi.

Dimensi kendaraan yang luas menjadi salah satu faktor penting bagi konsumen dalam memilih mobil keluarga. Ruang kabin yang lega serta kapasitas penyimpanan yang besar dapat menunjang kenyamanan perjalanan jarak jauh maupun penggunaan sehari-hari.

Performa Baterai dan Kemampuan Berkendara

Dari sisi performa, kedua varian dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh. Baterai tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 150 kW serta torsi maksimum mencapai 320 Nm.

Mobil listrik ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan standar CLTC. Selain itu, kendaraan juga mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 150 km per jam.

Dalam hal akselerasi, mobil listrik ini mampu melaju dari posisi diam hingga mencapai kecepatan 100 km per jam dalam waktu sekitar 9,6 detik. Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga performa yang kompetitif di kelasnya.

Terkini