Pengunjung Imlek

Pengunjung Imlek Festival Bisa Cek Serviks Payudara Gratis

Pengunjung Imlek Festival Bisa Cek Serviks Payudara Gratis
Pengunjung Imlek Festival Bisa Cek Serviks Payudara Gratis

JAKARTA - Suasana perayaan Imlek kerap identik dengan lentera, kuliner, dan ragam pertunjukan seni. Namun, di Jakarta tahun ini, kemeriahan budaya juga berpadu dengan kepedulian pada kesehatan. 

Di tengah hiruk-pikuk festival, masyarakat mendapat kesempatan memeriksa kondisi tubuh secara gratis, termasuk layanan yang jarang tersedia di acara publik. 

Inisiatif ini menempatkan kesehatan sebagai bagian dari perayaan, bukan sekadar pelengkap agenda hiburan. Kehadiran layanan medis di ruang publik memberi pesan kuat bahwa merawat diri bisa dilakukan sambil merayakan kebersamaan.

Festival Imlek Nasional 2026 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Dalam acara ini, pihak penyelenggara menyiapkan fasilitas cek kesehatan gratis (CKG) untuk masyarakat. 

Layanan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena tidak berhenti pada pemeriksaan ringan, melainkan mencakup pemeriksaan yang umumnya memerlukan fasilitas medis khusus. Warga yang hadir pun bisa memanfaatkan momen festival untuk sekaligus memantau kondisi kesehatan mereka tanpa biaya.

"Itu cek kesehatan gratis bukan ala-ala. Di sana sampai USG payudara, kemudian pengecekan serviks juga ada. Jadi bukan hanya yang surface-surface level saja," ujar Irine.

Layanan Medis Lengkap Di Tengah Perayaan

Kehadiran fasilitas cek kesehatan gratis di tengah festival menandai pendekatan baru dalam mengampanyekan deteksi dini. Biasanya, layanan seperti USG payudara dan pengecekan serviks identik dengan kunjungan ke fasilitas kesehatan. 

Namun, melalui CKG di Festival Imlek Nasional 2026, akses tersebut dibawa lebih dekat ke ruang publik. Model ini mendorong masyarakat yang mungkin jarang memeriksakan diri untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia secara praktis.

Pendaftaran layanan cek gratis dibuka mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, dan pelayanan cek kesehatan gratis berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. 

Layanan cek kesehatan gratis ini mampu melayani 100 orang setiap harinya dengan 17 jenis pemeriksaan. Skema waktu pendaftaran dan pelayanan yang terstruktur dimaksudkan agar pengunjung bisa mengatur kunjungan tanpa mengganggu agenda menikmati festival.

Dengan kapasitas pelayanan yang terbatas, panitia mengimbau pengunjung untuk datang lebih awal. Antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis di ruang publik biasanya tinggi, terlebih ketika layanan yang ditawarkan tidak sekadar pemeriksaan dasar. 

Di sisi lain, kehadiran tenaga medis dan fasilitas pendukung juga menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam menghadirkan layanan yang berkualitas.

Ragam Hiburan Dan Film Indonesia

Selain cek kesehatan gratis, pihak panitia menyuguhkan kegiatan kesenian dan nonton film Indonesia. "Ada dua film Indonesia, mungkin teman-teman melihat di sini ada Jumbo. Di sebelah sana ada dua film yang akan rilis di lebaran tahun ini. Ada Nawila untuk anak-anak, sama film animasi Pelangi di Mars," ujar Irene. 

Kehadiran film di ruang terbuka menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.

Pemutaran film Indonesia di area festival memberi ruang promosi bagi karya lokal sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung. Film animasi untuk anak-anak hingga tayangan yang akan rilis pada momentum Lebaran menjadi pilihan hiburan yang ramah keluarga. 

Konsep ini memperkuat peran festival sebagai ruang pertemuan lintas generasi, di mana orang tua dan anak dapat menikmati hiburan yang sama dalam suasana perayaan.

Kegiatan kesenian juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara. Pertunjukan seni tradisional hingga instalasi kreatif menegaskan bahwa festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga ruang apresiasi terhadap keberagaman ekspresi budaya. Dengan demikian, festival menjadi wadah perjumpaan antara budaya, hiburan, dan edukasi.

Rangkaian Acara Budaya Dan Edukasi

Imlek Festival 2026 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai 22 Februari-1 Maret 2026. Masyarakat bisa berkunjung gratis mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. 

Rentang waktu yang cukup panjang memberi kesempatan bagi warga untuk menyesuaikan jadwal kunjungan, baik sepulang kerja maupun pada akhir pekan.

Sejumlah rangkaian acara yang dihadirkan dalam festival tersebut, antara lain Festival Lentera, Pasar Kuliner, Seni & Kreatif, Museum Terbuka: Akulturasi Budaya Tionghoa, hingga cek kesehatan gratis, dan berbagai instalasi film dari “Jumbo” sampai “Pelangi di Mars”. Ragam program ini menunjukkan upaya penyelenggara menghadirkan pengalaman yang menyeluruh, mulai dari hiburan, edukasi budaya, hingga layanan kesehatan.

Museum terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa-Indonesia menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan sejarah perjumpaan budaya di Indonesia. 

Kehadiran pasar kuliner juga memperkaya pengalaman pengunjung, memungkinkan mereka mencicipi ragam sajian khas sambil menikmati suasana perayaan. Kombinasi program tersebut menegaskan bahwa festival dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

Puncak Acara Dan Simbol Harmoni

Puncak perayaan acara bakal digelar pada 28 Februari 2026, dengan menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, penampilan seniman nasional, serta simbol harmoni dan persatuan bangsa. Rangkaian puncak acara ini menegaskan pesan kebersamaan dalam keberagaman, yang menjadi inti dari perayaan Imlek di ruang publik.

Atraksi barongsai dan liong massal menjadi magnet utama yang selalu dinanti pengunjung. Pertunjukan musik dan tari tradisional turut memperkaya nuansa perayaan, sementara kehadiran seniman nasional memberi warna tersendiri bagi panggung hiburan. 

Simbol harmoni dan persatuan bangsa yang dihadirkan dalam puncak acara mempertegas pesan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang memperkuat kohesi sosial.

Dengan memadukan layanan kesehatan, hiburan, dan edukasi budaya, Festival Imlek Nasional 2026 menghadirkan format perayaan yang lebih inklusif. Masyarakat tidak hanya datang untuk merayakan tradisi, tetapi juga membawa pulang manfaat nyata berupa akses kesehatan dan pengalaman budaya. 

Pendekatan ini menunjukkan bahwa festival publik dapat menjadi medium efektif untuk menyatukan perayaan, kepedulian sosial, dan promosi kesehatan dalam satu ruang kebersamaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index