Logistik

Meski Truk Dibatasi, Distribusi Logistik dan Bahan Pokok Tetap Terjaga

Meski Truk Dibatasi, Distribusi Logistik dan Bahan Pokok Tetap Terjaga
Meski Truk Dibatasi, Distribusi Logistik dan Bahan Pokok Tetap Terjaga

JAKARTA - Pemerintah memastikan distribusi logistik, terutama bahan pokok, tetap berjalan lancar meski ada pembatasan truk selama 17 hari pada masa Angkutan Lebaran 2026. 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk mengatur pengendalian lalu lintas di jalur mudik. Tujuannya agar mobilitas masyarakat aman tanpa mengganggu pasokan barang dan stabilitas kebutuhan pokok.

“Pengaturan terkait angkutan barang ini akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran distribusi logistik,” kata Dudy.

Kebijakan ini memberi prioritas bagi kendaraan yang mengangkut komoditas esensial agar tidak terganggu selama masa pembatasan. Dengan langkah ini, rantai pasok tetap terjaga dan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok secara merata.

Pembatasan diberlakukan bagi truk dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan gandengan, serta angkutan bahan galian, tambang, dan konstruksi. Kebijakan berlaku di ruas jalan tol dan non-tol di wilayah strategis nasional mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. 

Kendaraan yang membawa BBM, BBG, bahan pokok, pupuk, hewan ternak, dan bantuan bencana tetap diperbolehkan beroperasi dengan persyaratan tertentu.

Keseimbangan Mobilitas dan Distribusi Barang

Pengendalian distribusi barang dilakukan bersamaan dengan upaya kelancaran perjalanan mudik masyarakat. Kementerian Perdagangan berperan mengatur aktivitas perdagangan di jalur mudik, termasuk pasar tumpah yang berpotensi mengganggu lalu lintas. 

Penertiban dilakukan melalui zonasi, relokasi sementara, dan pembinaan pelaku usaha agar kegiatan ekonomi tidak menggunakan badan jalan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Sistem logistik dioptimalkan untuk memastikan pasokan barang tetap lancar di daerah tujuan mudik. Menteri Dudy menekankan pentingnya keseimbangan antara kelancaran transportasi dan distribusi barang selama Angkutan Lebaran.

“Kami bersama Kementerian Perdagangan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik. Kuncinya adalah keseimbangan antara kelancaran transportasi dan distribusi barang di masa Angkutan Lebaran,” ucap Dudy. 

Upaya ini diharapkan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Optimalisasi Distribusi Bahan Pokok

Distribusi bahan pokok menjadi fokus utama selama pembatasan truk. Pemerintah memastikan stok tersedia di pasar dan titik distribusi strategis. Kementerian Perdagangan juga melakukan pengawasan langsung agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang signifikan.

Sistem logistik dimonitor secara real time dengan koordinasi antarwilayah. Distribusi bahan pokok diprioritaskan agar masyarakat di seluruh wilayah tetap menerima pasokan sesuai kebutuhan. Selain itu, mekanisme pengaturan arus truk menyesuaikan kapasitas jalan dan titik rawan kemacetan agar distribusi lancar dan aman.

Menteri Perhubungan menegaskan, setiap langkah pengaturan logistik dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pengendara dan kelancaran perjalanan masyarakat. 

Langkah strategis ini menjadi contoh bagaimana pemerintah mampu menjaga stabilitas kebutuhan pokok saat mobilitas meningkat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang karena pasokan tetap aman.

Penguatan Manajemen Lalu Lintas

Pemerintah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas dan pengawasan di titik rawan kemacetan. Jalur arteri nasional diawasi untuk meminimalkan hambatan samping yang bisa mengganggu distribusi logistik. Rest area dan fasilitas pendukung lain disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik dan pengiriman barang.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi terpadu agar kendaraan angkutan barang yang diperbolehkan tetap bisa beroperasi tanpa menimbulkan kemacetan.

Koordinasi antara pusat dan daerah menjadi kunci agar arus logistik dan mobilitas masyarakat berjalan bersamaan. Pemerintah menekankan pentingnya keterpaduan pengaturan agar mudik Lebaran aman dan lancar.

Selain itu, pengawasan ketat dilakukan terhadap pelaku usaha agar mematuhi zonasi yang telah ditetapkan. Kegiatan ekonomi yang menggunakan badan jalan secara ilegal akan dialihkan atau dibina agar sesuai aturan. Dengan manajemen lalu lintas yang kuat, diharapkan perjalanan masyarakat aman, nyaman, dan distribusi barang tetap stabil.

Antisipasi Lonjakan Pergerakan Masyarakat

Prediksi lonjakan pergerakan masyarakat menjadi dasar perencanaan pengaturan angkutan barang. Pemerintah mempersiapkan sistem logistik yang fleksibel agar tidak terjadi hambatan distribusi. Pengaturan waktu operasional truk disesuaikan dengan jam padat mudik sehingga jalur utama tetap lancar.

“Perjalanan mudik dan distribusi barang harus berjalan seimbang. Semua pihak diminta berkoordinasi agar tidak mengganggu satu sama lain,” ujar Menhub. Kesiapan armada, pengaturan zonasi, dan monitoring menjadi kunci agar pembatasan truk tidak menimbulkan gangguan signifikan. 

Pemerintah menegaskan bahwa keamanan dan kelancaran tetap menjadi prioritas utama.

Langkah-langkah ini diharapkan menciptakan perjalanan mudik Lebaran 2026 yang tertib, lancar, dan selamat. Distribusi logistik dipastikan tidak terganggu meski pembatasan berlangsung. Dengan strategi ini, pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara mobilitas masyarakat dan kebutuhan pokok di seluruh wilayah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index