Harga BBM Pertamax Turun, Konsumen Bisa Hemat Pengeluaran Bulan Ini

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:15:48 WIB
Harga BBM Pertamax Turun, Konsumen Bisa Hemat Pengeluaran Bulan Ini

JAKARTA - Perubahan harga Pertamax terbaru menjadi kabar positif bagi pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. 

Penyesuaian ini berlaku secara nasional dan mencerminkan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga BBM non-subsidi. Dengan harga yang lebih kompetitif, masyarakat dapat mengatur pengeluaran bahan bakar secara lebih efisien sesuai wilayah domisili.

Daftar Harga Pertamax Berdasarkan Wilayah

Harga Pertamax mengalami penyesuaian berbeda di setiap provinsi. Di wilayah Jawa dan Bali, harga Pertamax berada di Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700, dan Pertamax Green 95 Rp12.450. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax sama Rp11.800 per liter dan Pertamax Turbo Rp12.700 per liter.

Untuk Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax mencapai Rp12.100 dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter. Wilayah Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur menetapkan harga Pertamax Rp12.100 dan Pertamax Turbo Rp13.000. Kalimantan Selatan dan Utara lebih tinggi, Pertamax Rp12.400 dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter.

Di Sumatera, Aceh dan Sumatera Utara menjual Pertamax Rp12.100 dan Pertamax Turbo Rp13.000. Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau harga Pertamax Rp12.400 dan Pertamax Turbo Rp13.250. 

Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung seharga Rp12.100 untuk Pertamax dan Rp13.000 untuk Pertamax Turbo. FTZ Batam mendapat harga lebih rendah, Pertamax Rp11.300 dan Pertamax Turbo Rp12.050 per liter.

Seluruh Sulawesi mulai dari Utara, Gorontalo, Tengah, Tenggara, Selatan, hingga Barat, menetapkan Pertamax Rp12.100 dan Pertamax Turbo Rp13.000. Wilayah Maluku dan Papua, termasuk Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, harga Pertamax berada di Rp12.100 per liter.

Faktor Penyebab Perbedaan Harga

Perbedaan harga Pertamax di tiap daerah dipengaruhi oleh biaya distribusi. Wilayah dengan medan berat memerlukan biaya logistik lebih tinggi sehingga harga menjadi lebih mahal. Selain itu, perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) antar daerah juga berdampak pada harga jual Pertamax di SPBU.

Zona perdagangan bebas seperti FTZ Batam mendapat potongan pajak khusus sehingga harga lebih rendah. Kombinasi faktor logistik dan pajak daerah membuat variasi harga tetap terjadi di seluruh Indonesia. Konsumen perlu memahami faktor ini agar dapat memprediksi pengeluaran BBM dengan tepat.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Harga BBM

Harga minyak mentah dunia menjadi penentu utama harga Pertamax. Jika harga minyak global turun, harga Pertamax biasanya menyesuaikan mengikuti tren tersebut. Selanjutnya, nilai tukar rupiah juga memengaruhi biaya produksi karena sebagian bahan bakar masih diimpor dari luar negeri.

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait pajak dan distribusi energi nasional memainkan peran penting. Regulasi tersebut dapat mengatur fluktuasi harga BBM non-subsidi secara berkala. Dengan demikian, harga Pertamax di SPBU tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Manfaat Penurunan Harga Bagi Konsumen

Penyesuaian harga memberikan keuntungan langsung bagi pengguna kendaraan. Biaya pengeluaran bahan bakar menjadi lebih terkontrol, sehingga aktivitas kendaraan pribadi maupun komersial lebih efisien. Pengguna dapat mengatur anggaran BBM dengan lebih baik dan menekan biaya operasional.

Kendaraan dengan mesin berkompresi tinggi direkomendasikan menggunakan Pertamax RON 92. Harga yang lebih stabil membantu menjaga performa mesin dan memastikan penggunaan BBM berkualitas tetap optimal. Konsumen pun dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menghemat pengeluaran bulanan.

Informasi daftar harga Pertamax sesuai wilayah penting selalu diperhatikan. Cek harga sebelum mengisi bahan bakar di SPBU agar pengeluaran dapat diatur dengan baik. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat memaksimalkan efisiensi biaya BBM di tengah kebutuhan transportasi yang tinggi.

Terkini