Pelni

Pelni: Ribuan Pemilir Tiba di Tanjung Priok Naik Kapal KM Kelud

Pelni: Ribuan Pemilir Tiba di Tanjung Priok Naik Kapal KM Kelud
Pelni: Ribuan Pemilir Tiba di Tanjung Priok Naik Kapal KM Kelud

JAKARTA - Pergerakan arus balik Lebaran mulai terlihat di sejumlah pelabuhan utama di Indonesia. Setelah masa mudik berakhir, para pemudik yang kembali ke kota tujuan mulai berdatangan menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk kapal laut. Aktivitas ini menjadi salah satu indikator tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri.

Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara menjadi salah satu titik penting yang mencatat kedatangan ribuan penumpang pada periode arus balik Lebaran tahun ini. 

Kapal-kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni kembali membawa penumpang dari berbagai wilayah di Indonesia menuju ibu kota.

Kedatangan kapal yang membawa pemilir ini menandai dimulainya puncak arus balik bagi pengguna transportasi laut. Jumlah penumpang yang tiba juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pelni Cabang Jakarta mencatat bahwa salah satu kapal yang membawa penumpang dalam jumlah besar adalah KM Kelud yang datang dari wilayah Sumatera Utara dengan membawa ribuan penumpang.

Kedatangan Ribuan Penumpang Di Tanjung Priok

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Jakarta mencatat sebanyak 3.178 pemilir tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada periode arus balik libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kapal yang tiba hari ini KM Kelud dari Belawan (Sumatera Utara), penumpang tiba sebanyak 3.178 orang," ujar Kepala Cabang Pelni Jakarta Antonius Lumban Gaol kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis melonjak tajam apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang yang tiba pada Selasa, dua puluh empat Maret dua ribu dua puluh enam.

Pada Selasa, dua puluh empat Maret dua ribu dua puluh enam, KM Ciremai berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan jumlah penumpang turun sebanyak 436 orang.

KM Ciremai melayani rute Indonesia timur yang meliputi wilayah Papua, yakni Jayapura, Serui, Biak, Manokwari, dan Sorong.

Sementara itu, KM Kelud menempuh rute balik dari Belawan, Sumatera Utara, kemudian Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, melalui Batam, Kepulauan Riau, sebelum akhirnya tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jadwal Kedatangan Dan Keberangkatan Kapal

KM Kelud sebelumnya dijadwalkan tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis pukul dua dini hari waktu Indonesia barat.

Namun kapal tersebut tiba lebih awal, yakni sekitar pukul sebelas malam pada Rabu, dua puluh lima Maret dua ribu dua puluh enam.

Lebih lanjut, Gaol menyampaikan bahwa KM Kelud dijadwalkan akan kembali berlayar pada Kamis malam pada pukul tujuh malam waktu Indonesia barat.

Jumlah penumpang yang telah terdaftar untuk mengikuti pelayaran tersebut tercatat sebanyak 3.604 orang. Rute keberangkatan KM Kelud dari Pelabuhan Tanjung Priok meliputi beberapa wilayah di Indonesia.

Setelah bertolak dari Jakarta Utara, kapal akan menuju Batam di Kepulauan Riau, kemudian Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau, sebelum akhirnya bersandar di Belawan, Sumatera Utara.

Perjalanan ini menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah barat Indonesia melalui transportasi laut.

Pergerakan Penumpang Selama Masa Mudik

Selain arus balik, Pelni juga mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok selama masa mudik Lebaran.

Selama masa arus mudik Lebaran hingga delapan belas Maret dua ribu dua puluh enam, total penumpang yang terangkut dari pelabuhan tersebut mencapai 10.524 orang. Jumlah tersebut berasal dari berbagai pelayaran yang dilayani oleh sejumlah kapal milik Pelni.

Rinciannya, sebanyak 773 penumpang berangkat menggunakan KM Gunung Dempo pada Jumat, enam Maret dua ribu dua puluh enam.

Kemudian sebanyak 2.117 penumpang berangkat menggunakan KM Kelud pada Sabtu, tujuh Maret dua ribu dua puluh enam. Selanjutnya, sebanyak 1.119 penumpang naik KM Ciremai pada Senin, sembilan Maret dua ribu dua puluh enam.

Kemudian sebanyak 1.604 penumpang berangkat menggunakan KM Dobonsolo pada Jumat, tiga belas Maret dua ribu dua puluh enam.

Selain itu, sebanyak 2.425 penumpang berangkat menggunakan KM Nggapulu pada Sabtu, empat belas Maret dua ribu dua puluh enam.

Lalu sebanyak 515 penumpang naik KM Tidar pada Senin, enam belas Maret dua ribu dua puluh enam.

Terakhir, sebanyak 1.971 penumpang berangkat menggunakan KM Labobar pada Rabu, delapan belas Maret dua ribu dua puluh enam.

Tren Penurunan Penumpang Menjelang Akhir Mudik

Setelah periode puncak mudik berlalu, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok mulai menunjukkan tren penurunan.

Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang tercatat pada beberapa pelayaran berikutnya. Pada Kamis, sembilan belas Maret dua ribu dua puluh enam, KM Tidar tercatat mengangkut sebanyak 837 penumpang.

Jumlah tersebut kembali menurun pada Jumat, dua puluh Maret dua ribu dua puluh enam ketika KM Nggapulu hanya mengangkut 495 penumpang.

Kemudian pada Minggu, dua puluh dua Maret dua ribu dua puluh enam, KM Gunung Dempo mengangkut sebanyak 425 penumpang.

Penurunan jumlah penumpang tersebut menunjukkan bahwa puncak arus mudik telah berlalu, sementara aktivitas perjalanan masyarakat mulai bergeser menuju fase arus balik.

Dengan meningkatnya kedatangan penumpang dari berbagai wilayah melalui transportasi laut, Pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan masih akan terus menerima kedatangan pemilir dalam beberapa hari ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index